Berdasarkan pantauan pasar di berbagai pusat elektronik dan gerai resmi per hari ini, 8 Januari 2026, terjadi anomali harga yang cukup kontras antara dua raksasa teknologi, Samsung dan Apple.
Samsung S25 Series: Dampak Krisis Komponen Global
Laporan terbaru dari rantai pasok menunjukkan bahwa seri flagship terbaru Samsung, Galaxy S25, mengalami kenaikan harga sekitar 10% hingga 15% dibandingkan peluncuran seri sebelumnya. Hal ini bukan tanpa alasan.
Kenaikan harga ini dipicu oleh lonjakan biaya produksi pada modul memori (RAM) dan integrasi chip AI generasi terbaru yang jauh lebih kompleks. Varian terendah Galaxy S25 kini menyentuh angka yang biasanya ditempati oleh varian "Plus" pada tahun-tahun sebelumnya. Para analis industri menilai, konsumen kini membayar lebih bukan hanya untuk fisik ponsel, melainkan untuk kapabilitas pemrosesan data mandiri (On-Device AI) yang semakin canggih.
Fenomena iPhone 16: Strategi "Cuci Gudang" Awal Tahun
Berbanding terbalik dengan sang rival, iPhone 16 Series justru mengalami koreksi harga yang signifikan. Per hari ini, beberapa distributor resmi mulai memangkas harga iPhone 16 dan iPhone 16 Plus hingga jutaan rupiah.
Langkah ini disinyalir sebagai strategi agresif untuk menghabiskan stok gudang (clearance) menjelang antisipasi rilis model menengah terbaru di kuartal kedua mendatang. Bagi konsumen yang tidak terlalu mengejar status "paling baru", momen Januari 2026 ini adalah waktu emas untuk meminang iPhone 16. Dengan spesifikasi yang masih sangat mumpuni untuk tiga hingga empat tahun ke depan, penurunan harga ini menjadi daya tarik luar biasa di pasar second-hand maupun new-old-stock.
Daftar Perbandingan Estimasi Harga (8 Januari 2026)
| Model Smartphone | Status Harga | Tren Pasar |
| Samsung Galaxy S25 | Naik | Permintaan tinggi, stok terbatas |
| Samsung Galaxy S25 Ultra | Stabil Tinggi | Target pasar eksekutif |
| iPhone 16 | Turun Drastis | Promo awal tahun |
| iPhone 16 Pro | Turun Tipis | Peminat stabil |
| Brand Tiongkok (Xiaomi/Oppo) | Stabil | Menjaga daya saing |
