Langkah ini disebut-sebut sebagai terobosan pertama di Indonesia, di mana fasilitas olahraga kelas menengah ke atas yang biasanya berbayar mahal, kini justru disediakan gratis oleh pemerintah daerah.
Oase Olahraga di Tengah Kota
Terletak strategis di kawasan yang mudah dijangkau, lapangan ini tidak tampil "seadanya". Menggunakan rumput sintetis berkualitas tinggi yang ramah terhadap sendi atlet serta sistem drainase modern agar tidak menggenang saat hujan, fasilitas ini langsung diserbu warga sejak pintu gerbangnya dibuka pagi tadi, Sabtu (17/1/2026).
Gaya hidup sehat yang tengah naik daun di Pekanbaru tampaknya ditangkap dengan jeli oleh para pemangku kebijakan. Jika biasanya anak muda atau komunitas bola harus merogoh kocek ratusan ribu rupiah untuk menyewa lapangan per jam, kini mereka cukup mendaftar secara daring (online) untuk mendapatkan jadwal bermain.
Bukan Sekadar Lapangan, Tapi Ruang Sosial
Kehadiran fasilitas ini bukan hanya soal urusan cetak gol. Di sekeliling lapangan, terdapat area terbuka hijau yang tertata rapi, lengkap dengan jogging track dan pencahayaan LED yang estetik. Hal ini menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat gravitasi baru bagi warga Pekanbaru untuk bersosialisasi di sore hari.
"Ini yang kami tunggu. Selama ini mau main bola yang bagus harus bayar mahal. Sekarang, tinggal bawa sepatu saja," ujar salah satu pemuda setempat yang ditemui di lokasi.
Mengapa Ini Menjadi Unik?
Hal yang membedakan proyek ini dengan daerah lain adalah sistem pengelolaannya yang berbasis aplikasi. Untuk menjaga ketertiban dan merawat fasilitas, setiap warga wajib melakukan reservasi melalui sistem digital. Langkah ini dinilai cerdas karena mampu meminimalisir praktik pungutan liar (pungli) dan memastikan semua orang mendapatkan kesempatan yang sama.
Kehadiran lapangan mini soccer gratis ini diprediksi akan memicu tren serupa di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Pekanbaru telah menetapkan standar baru dalam pelayanan publik: bahwa fasilitas mewah tidak harus selalu eksklusif untuk mereka yang berdompet tebal.
Dampak Ekonomi Kreatif
Selain kesehatan, ekonomi di sekitar lokasi juga mulai menggeliat. Pedagang UMKM lokal yang tertata rapi di zona kuliner mulai merasakan dampak positif dari kerumunan warga yang datang. Ini adalah bukti nyata bagaimana pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat kecil secara otomatis.
Bagi warga Pekanbaru, Sabtu ini bukan sekadar akhir pekan biasa, melainkan dimulainya era baru di mana olahraga prestasi dan rekreasi bisa dinikmati siapa saja tanpa sekat biaya.
