Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca

Tragedi Bullying SD Pekanbaru: Wali Kota Agung Nugroho Janji Tindakan Tegas, Apa Langkah Selanjutnya untuk Lindungi Anak-Anak Kita?

Tragedi Bullying SD Pekanbaru: Wali Kota Agung Nugroho Janji Tindakan Tegas, Apa Langkah Selanjutnya untuk Lindungi Anak-Anak Kita?
(Foto : Detik.com)

Kabar RiauNama MAR, bocah kelas 6 SD di salah satu sekolah negeri di Kecamatan Tampan, kini menjadi simbol duka yang mengguncang hati ribuan orang tua di Kota Bertuah. Anak laki-laki berusia 12 tahun itu meregang nyawa pada Senin malam lalu setelah diduga menjadi korban bullying berulang oleh teman-teman sekelasnya selama berbulan-bulan. Kasus yang terkuak setelah orang tua MAR melaporkan kejadian ke polisi ini langsung menjadi sorotan tajam publik Pekanbaru.

Menurut keterangan keluarga, MAR sering pulang dengan luka memar di tubuhnya, takut masuk kelas, bahkan sempat menolak berangkat sekolah karena terus-menerus diintimidasi. “Anak saya pernah bilang, ‘Ma, aku nggak mau sekolah lagi, takut sama temen-temen’,” ujar ibu korban dengan suara tercekat saat ditemui di rumah duka, Selasa (2/12/2025) lalu.

Kejadian memilukan ini mencapai puncaknya ketika MAR ditemukan tak sadarkan diri di rumah pada Senin sore. Meski langsung dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong. Hasil visum menyatakan adanya tanda-tanda kekerasan fisik lama dan baru di beberapa bagian tubuh korban.

Respons cepat datang dari Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Baru saja menerima penghargaan detikcom Awards 2025 kategori “Pemimpin Daerah Paling Responsif”, orang nomor satu di Pekanbaru itu langsung menggelar rapat darurat bersama Dinas Pendidikan, Kepolisian, dan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Riau pada Rabu pagi (3/12/2025).

“Saya tidak akan tinggal diam. Ini bukan hanya kasus kriminal biasa, tapi sudah menyangkut nyawa anak kita. Saya minta aparat hukum bertindak tegas tanpa pandang bulu,” tegas Agung Nugroho di hadapan wartawan usai rapat di Mal Pelayanan Publik Pekanbaru, Rabu siang.

Agung juga menginstruksikan seluruh kepala sekolah di Pekanbaru untuk segera membentuk Satgas Anti-Bullying di tingkat sekolah masing-masing paling lambat akhir Desember 2025. “Kita akan evaluasi total sistem pengawasan di sekolah-sekolah. Guru, kepala sekolah, sampai komite harus bertanggung jawab,” tambahnya.

Sementara itu, Polresta Pekanbaru telah menetapkan tiga siswa kelas 6 sebagai tersangka. Ketiganya kini ditahan di ruang khusus anak di bawah pengawasan psikolog. “Kami masih dalami motif dan keterlibatan pihak lain, termasuk apakah ada pembiaran dari tenaga pendidik,” ujar Kapolresta Pekanbaru Kombes Hendro Prasetyo.

Kasus ini langsung viral di media sosial. Tagar #JusticeForMAR dan #StopBullyingPekanbaru menduduki trending topic lokal selama tiga hari berturut-turut. Ratusan orang tua murid menggelar aksi solidaritas di depan kantor Wali Kota pada Kamis pagi (4/12/2025), membawa spanduk bertuliskan “Anak Kami Bukan Sasaran Empuk” dan “Sekolah Aman atau Sekolah Horor?”.

Psikolog anak dari Universitas Riau, Dr. Siti Aisyah, menilai kasus ini adalah “gunung es” dari masalah bullying yang sudah lama mengakar di banyak sekolah. “Banyak anak yang diam trauma karena takut melapor. Orang tua dan guru harus jadi telinga dan mata yang peka,” katanya.

Hari ini, Pekanbaru sedang berduka sekaligus marah. Satu nyawa melayang, masa depan tiga anak lain kini berada di ujung tanduk hukum, dan ribuan orang tua bertanya-tanya: kapan anak-anak kita benar-benar aman di sekolah?

Wali Kota Agung Nugroho menutup pernyataannya dengan nada tegas namun penuh harap: “Kami akan pastikan kejadian ini jadi yang terakhir. Pekanbaru harus jadi kota yang ramah anak, bukan kota yang menakutkan bagi anak.”

Pertanyaannya sekarang, langkah tegas seperti apa yang benar-benar akan diambil? Dan apakah cukup hanya dengan janji dan satgas baru, atau butuh revolusi besar dalam cara kita mendidik dan melindungi generasi penerus di bangku sekolah?

Masyarakat Pekanbaru menunggu bukti, bukan sekadar kata. Karena nyawa MAR tak akan kembali, tapi masa depan ribuan anak lain masih bisa diselamatkan – mulai dari hari ini.

Baca Juga
Berita Terbaru
  • Tragedi Bullying SD Pekanbaru: Wali Kota Agung Nugroho Janji Tindakan Tegas, Apa Langkah Selanjutnya untuk Lindungi Anak-Anak Kita?
  • Tragedi Bullying SD Pekanbaru: Wali Kota Agung Nugroho Janji Tindakan Tegas, Apa Langkah Selanjutnya untuk Lindungi Anak-Anak Kita?
  • Tragedi Bullying SD Pekanbaru: Wali Kota Agung Nugroho Janji Tindakan Tegas, Apa Langkah Selanjutnya untuk Lindungi Anak-Anak Kita?
  • Tragedi Bullying SD Pekanbaru: Wali Kota Agung Nugroho Janji Tindakan Tegas, Apa Langkah Selanjutnya untuk Lindungi Anak-Anak Kita?
  • Tragedi Bullying SD Pekanbaru: Wali Kota Agung Nugroho Janji Tindakan Tegas, Apa Langkah Selanjutnya untuk Lindungi Anak-Anak Kita?
  • Tragedi Bullying SD Pekanbaru: Wali Kota Agung Nugroho Janji Tindakan Tegas, Apa Langkah Selanjutnya untuk Lindungi Anak-Anak Kita?
Posting Komentar