Singo Edan, julukan Arema FC, tampil dominan di awal babak pertama. Didukung sorak sorai pendukung setia, mereka langsung menekan pertahanan Laskar Sape Kerrab – sebutan Madura United. Beberapa peluang emas tercipta, termasuk tendangan jarak jauh Salim Akbar Tuharea yang nyaris membobol gawang tamu.
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-37. Muhammad Iksan Lestaluhu menjadi pahlawan tuan rumah dengan tendangan voli spektakuler memanfaatkan umpan silang matang dari Valdeci Moreira. Gol indah itu membuat Stadion Kanjuruhan bergemuruh, Arema unggul 1-0.
Namun, euforia Aremania tak bertahan lama. Hanya enam menit berselang, Madura United menyamakan kedudukan. Lulinha, pemain asal Brasil yang menjadi momok bagi lini belakang Arema, memanfaatkan bola liar dari situasi sepak pojok. Tendangannya dari jarak dekat tak mampu dihalau kiper Lucas Frigeri. Skor menjadi 1-1 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin meninggi. Kedua tim saling jual beli serangan, menciptakan laga terbuka yang menghibur. Madura United bahkan berhasil berbalik unggul di menit ke-53. Lulinha lagi-lagi menjadi aktor utama dengan brace-nya, melepaskan sepakan keras dari sisi kanan yang mengarah ke tiang jauh. Skor 1-2 untuk keunggulan tim tamu.
Arema FC tak pantang menyerah. Didorong semangat Aremania yang tak henti menyuarakan dukungan, Singo Edan bangkit. Tekanan demi tekanan dilancarkan, dan buahnya datang di menit ke-60. Iksan Lestaluhu kembali mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan situasi tendangan bebas, sepakan mendatarnya dari luar kotak penalti berhasil menjebol gawang Madura United. Brace Iksan membuat skor kembali imbang 2-2.
Sisa waktu pertandingan berlangsung dramatis. Kedua kesebelasan sama-sama ngotot mencari gol kemenangan. Peluang demi peluang tercipta, tapi lini pertahanan masing-masing tampil disiplin. Hingga wasit meniup peluit akhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Hasil imbang ini membuat Arema FC tetap bertahan di posisi ke-11 klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 18 poin. Sementara Madura United berada di urutan ke-14 dengan 14 poin, masih harus berjuang keras menjauh dari zona degradasi.
Derbi Jatim kali ini kembali membuktikan betapa ketatnya persaingan antar kedua tim. Brace dari Iksan Lestaluhu dan Lulinha menjadi sorotan utama, menunjukkan kualitas individu yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Bagi Arema, satu poin ini setidaknya menghentikan tren buruk tanpa kemenangan di kandang, meski puasa tiga poin masih berlanjut.
Pertandingan seperti ini yang membuat sepak bola Indonesia semakin hidup. Gengsi derbi, drama saling kejar gol, dan semangat pantang menyerah – semua tercermin di Kanjuruhan sore itu. Arema FC dan Madura United sama-sama pulang dengan satu poin, tapi cerita heroik dari lapangan hijau ini akan dikenang lama oleh para pecinta bola tanah air.
