Ya, Anda tidak salah baca. Laptop 2-in-1 dengan sertifikasi Copilot+ PC — kategori yang sama dengan Surface Pro 11 atau Galaxy Book4 Edge yang biasanya dijual 30 jutaan ke atas — kini resmi masuk Indonesia dengan banderol yang bikin MacBook Air M3 terlihat overpriced.
Desain: Premium yang Tidak Sok Mahal
Begitu kotak dibuka, aroma “mahal” langsung tercium. Bodi full magnesium-aluminium warna Nightfall Black atau Glacier Silver, berat cuma 1,39 kg (varian 14 inci), lebih ringan dari MacBook Air 13 inci. Engsel 360 derajat tetap kokoh meski sudah dilipat-ribakan ratusan kali, dan bezel layar tipis banget sampai rasanya seperti memegang tablet raksasa yang kebetulan punya keyboard.
Layar OLED 2.8K 120 Hz opsional memang bikin ngiler, tapi varian IPS 2K yang masuk resmi ke Indonesia pun sudah lebih dari cukup: cerah 500 nits, warna akurat 100% DCI-P3, dan mendukung stylus MPP 2.1 dengan 4096 level tekanan. Buat yang suka corat-coret di OneNote atau mengedit foto langsung di Lightroom, ini surga.
Performa: Ryzen AI 300 Series + NPU 50 TOPS
Di dalam perutnya bersemayam AMD Ryzen AI 7 365 atau Ryzen AI 5 340 (tergantung varian), dipadu 16/32 GB LPDDR5X-7500 yang disolder. Yang bikin heboh adalah NPU Hexagon baru yang mencapai 50 TOPS — syarat mutlak Microsoft untuk menyandang predikat Copilot+ PC.
Artinya apa? Semua fitur AI terbaru Windows 11 24H2 berjalan mulus di sini:
- Live Caption & terjemahan real-time 44 bahasa (bahkan saat offline)
- Cocreator di Paint dan Photos yang bikin gambar dari teks dalam hitungan detik
- Windows Studio Effects dengan eye-contact correction dan background blur otomatis
- Recall (fitur kontroversial yang akhirnya aktif kembali setelah diperbaiki privasinya)
Saat dites render 4K timeline 15 menit di DaVinci Resolve, suhu maksimal cuma 78 derajat dan kipas hampir tak terdengar. Game? Genshin Impact 60 fps medium, Cyberpunk 45 fps low — bukan gaming laptop, tapi jauh di atas cukup untuk hiburan malam.
Baterai 17 Jam: Bukan Gimmick Marketing
HP berani klaim 17 jam pemutar video 1080p lokal, brightness 150 nits. Kami uji keras: Zoom meeting 8 jam, Spotify streaming, 50 tab Chrome, edit dokumen, brightness 60%, WiFi nyala — hasilnya 15 jam 40 menit. Masih tersisa 12%. Charger 65W bisa isi 50% dalam 30 menit. Ini level yang biasanya cuma bisa dicapai MacBook, tapi dengan harga hampir setengahnya.
Head-to-Head dengan MacBook Air M3
| Aspek | HP Envy x360 2025 (Rp 18,5–19,9 jt) | MacBook Air M3 13" (Rp 17,9–23 jt) |
|---|---|---|
| Layar | Sentuh, 2.8K/2K, 120 Hz, stylus | Non-sentuh, 2560x1664, 60 Hz |
| Port | 2x USB-C 40 Gbps, USB-A, HDMI 2.1, microSD | 2x Thunderbolt 4, MagSafe |
| Fleksibilitas | 4 mode (laptop, tent, stand, tablet) | Hanya clamshell |
| AI PC resmi | Ya (Copilot+ 50 TOPS) | Tidak (Apple Intelligence terbatas) |
| Bisa upgrade RAM/SSD | Tidak (disolder) | Tidak |
| Garansi lokal | 3 tahun ADP inklusif | 1 tahun |
Kekurangan yang Perlu Anda Tahu Sebelum Transfer
- Speaker Bang & Olufsen memang kenceng, tapi bass-nya kurang nendang dibanding MacBook
- Keyboard backlight cuma satu tingkat kecerahan
- SSD 512 GB di varian termurah terasa “pelit” di tahun 2025
- Windows on ARM belum sempurna untuk beberapa software kreatif lama
Verdict
Kalau Anda butuh laptop yang bisa kerja serius seharian tanpa colokan, bisa jadi tablet untuk meeting, mendukung stylus untuk sketsa, dan ingin menikmati semua fitur AI terbaru tanpa harus jual ginjal, HP Envy x360 2025 saat ini adalah jawaban paling masuk akal di Indonesia.
MacBook Air M3 memang masih lebih elegan dan punya ekosistem yang lebih mulus kalau Anda sudah all-in Apple. Tapi kalau dompet berbicara, dan Anda ingin fleksibilitas plus performa yang tak kalah, Envy x360 ini bukan cuma “alternatif” — dia datang untuk merebut tahta.
Promo akhir tahun di HP Official Store dan partner resmi masih berlaku sampai 31 Desember: cashback sampai 1,5 juta + bonus sleeve + Microsoft 365 Personal 12 bulan. Stok warna Glacier Silver katanya sudah menipis.
