Desain dan Build Quality: Elegan vs Praktis
Poco F8 Ultra tampil dengan desain yang lebih premium, mengadopsi bodi aluminium matte dengan sentuhan kaca Gorilla Glass Victus 2 di bagian belakang. Bobotnya sekitar 210 gram, membuatnya terasa solid tapi tidak terlalu berat untuk penggunaan sehari-hari. Layarnya melengkung di tepi, memberikan kesan mewah ala flagship high-end, dan tersedia dalam warna Midnight Black, Aurora Green, serta edisi spesial Titanium Gray yang anti-gores.
Sementara itu, Poco F8 Pro lebih fokus pada kepraktisan. Desainnya flat-edge dengan bahan polikarbonat yang ringan (sekitar 195 gram), cocok untuk mereka yang sering beraktivitas outdoor. Meski tidak semewah Ultra, Pro tetap tahan air dengan rating IP68, sama seperti saudaranya yang lebih mahal. Keduanya punya jack headphone 3.5mm yang jarang ditemui di ponsel modern, plus speaker stereo Dolby Atmos untuk pengalaman audio imersif.
Secara keseluruhan, jika Anda mencari ponsel yang terlihat premium dan nyaman digenggam lama, Ultra adalah pilihan. Tapi untuk mobilitas tinggi, Pro tak kalah menarik.
Layar: Visual yang Memukau untuk Hiburan Maksimal
Kedua model ini sama-sama mengusung layar AMOLED dengan refresh rate 144Hz, tapi ada perbedaan signifikan. Poco F8 Ultra hadir dengan panel 6.8 inci beresolusi QHD+ (3200 x 1440 piksel), yang menghasilkan warna lebih hidup dan detail tajam—ideal untuk streaming film atau editing foto. Dukungan HDR10+ dan kecerahan puncak hingga 2000 nits membuatnya tetap jernih di bawah sinar matahari terik.
Poco F8 Pro, di sisi lain, punya layar 6.67 inci Full HD+ (2400 x 1080 piksel) dengan kecerahan 1800 nits. Meski resolusinya lebih rendah, performanya tetap mulus untuk multitasking sehari-hari. Keduanya dilengkapi fitur Always-On Display dan eye protection mode untuk mengurangi kelelahan mata saat bermain game malam hari.
Bagi gamer, layar Ultra memberikan keunggulan dalam ketajaman visual, sementara Pro lebih hemat daya untuk sesi gaming panjang.
Performa dan Gaming: Powerhouse yang Tak Terbendung
Inilah inti dari perbandingan Poco F8 Ultra vs Pro: performa. Ultra ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 4, dipadukan dengan RAM hingga 16GB LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1TB. Dalam benchmark AnTuTu, skornya mencapai 2,5 juta poin, membuatnya mampu menjalankan game berat seperti Genshin Impact atau PUBG Mobile di setting ultra tanpa lag. Sistem pendingin vapor chamber yang ditingkatkan juga menjaga suhu tetap stabil, bahkan setelah berjam-jam bermain.
Poco F8 Pro menggunakan Snapdragon 8 Gen 3, dengan RAM maksimal 12GB dan penyimpanan hingga 512GB. Skor AnTuTu-nya sekitar 1,8 juta poin—masih sangat kuat untuk gaming kompetitif, tapi mungkin mulai terasa panas setelah 2-3 jam intens. Fitur Game Turbo 5.0 di keduanya memungkinkan pengoptimalan frame rate dan responsivitas touch, tapi Ultra unggul dalam multitasking berat, seperti streaming sambil bermain.
Jika gaming adalah prioritas utama Anda, Ultra adalah monster yang tak tergoyahkan. Pro cocok untuk gamer kasual yang tak ingin keluar banyak budget.
Kamera: Fotografi Profesional di Genggaman
Poco selalu dikenal dengan kamera value-for-money, dan seri F8 tak mengecewakan. Poco F8 Ultra membawa setup quad-camera: sensor utama 200MP dengan OIS (Optical Image Stabilization), ultra-wide 50MP, telephoto 12MP (3x optical zoom), dan macro 5MP. Hasil jepretannya luar biasa di kondisi low-light, berkat AI processing yang cerdas—warna akurat, detail tajam, dan noise minimal. Video 8K 30fps dengan stabilisasi gimbal-like membuatnya ideal untuk vlogger.
Poco F8 Pro punya triple-camera: utama 108MP, ultra-wide 16MP, dan macro 2MP. Performa kameranya solid untuk foto sehari-hari, tapi kurang dalam zoom dan low-light dibanding Ultra. Keduanya punya kamera selfie 32MP dengan beauty mode yang natural.
Untuk pecinta fotografi, Ultra memberikan fleksibilitas lebih, terutama dalam mode pro manual. Pro tetap bagus untuk social media content creator yang budget-conscious.
Baterai dan Pengisian: Tahan Lama Sepanjang Hari
Daya tahan baterai sering jadi penentu, dan keduanya tak main-main. Poco F8 Ultra pakai baterai 5500mAh dengan fast charging 120W, yang bisa isi penuh dalam 25 menit. Wireless charging 50W juga tersedia, plus reverse charging untuk aksesoris. Dalam penggunaan intens (gaming + streaming), baterainya bertahan hingga 8-10 jam.
Poco F8 Pro punya baterai 5000mAh dengan charging 90W, isi penuh dalam 35 menit. Tanpa wireless charging, tapi efisiensinya tinggi—bisa tahan 7-9 jam untuk aktivitas berat. Keduanya support HyperCharge untuk mengoptimalkan umur baterai jangka panjang.
Ultra menang di kapasitas dan kecepatan, tapi Pro lebih ringan dan efisien untuk penggunaan harian.
Fitur Tambahan dan Software: Ekosistem yang Lengkap
Kedua ponsel berjalan di MIUI 17 berbasis Android 15, dengan update keamanan hingga 5 tahun. Fitur seperti AI gesture control, split-screen multitasking, dan integrasi dengan ekosistem Xiaomi (seperti smart home) hadir di sini. Ultra punya tambahan seperti under-display fingerprint scanner yang lebih cepat dan IR blaster untuk remote control.
Harga? Poco F8 Pro mulai dari Rp 7 jutaan, sementara Ultra di kisaran Rp 10 jutaan—tergantung varian. Keduanya tersedia di toko resmi dan online marketplace.
Kesimpulan: Pilih yang Sesuai Kebutuhan Anda
Poco F8 Ultra vs Pro bukan sekadar perbandingan spesifikasi, tapi soal gaya hidup. Jika Anda gamer hardcore yang butuh performa maksimal dan kamera pro-level, Ultra adalah investasi worth it. Tapi untuk penggunaan sehari-hari dengan value tinggi, Pro sudah lebih dari cukup tanpa menguras dompet.
Apapun pilihan Anda, seri Poco F8 ini membuktikan bahwa inovasi tak harus mahal. Sudah siap upgrade? Bagikan pengalaman Anda di komentar!
